Hai, Orang yang Ku Sukai!

Assalamu Alaikum

Hai!

Perkara menyukai memang tak pernah mudah untuk saya. Saya belum tahu rasanya disukai oleh orang yang saya sukai. Untuk bercerita kepada teman tentang hal ini pun saya masih harus memikirkannya berkali-kali.

Saya hanya heran atau bisa kalian bilang 'cemburu' pada teman-teman yang bisa menemukan orang-orang yang menyukai mereka. Itu sebuah keajaiban. Ha Ni pun mengatakan demikian. "Dua orang yang saling menyukai itu keajaiban.", curhat Ha Ni pada adik Baek Seung Jo. Ah, kalau kalian tak tahu Ha Ni, dia itu salah satu pemeran utama di drama korea Naughty Kiss.

Ah, ini bukan hanya perihal suka-menyukai. Saya juga (selalu) memikirkan hal lain. Ketika sadar atau sekedar tahu ada yang menyukaimu, bukankah hal itu membahagiakan? Hey! Seseorang menyukaimu! Tidak sadarkah kau? Itu artinya kau berharga! Jadi, berhenti menganggap dirimu tidak berguna. Saya selalu berusaha membantu dan menyemangati orang-orang yang merasa dirinya buruk. Kenapa? Karena saya tahu rasanya 'merasa buruk' terhadap diri sendiri.

"I really want you to realize how beautiful you are, why have you never noticed?"

Ketika tahu ada yang menyukai. Bukankah itu berarti, segala hal yang kita lakukan bisa berpengaruh pada keadaan dia yang menyukai kita. Seperti saat kita menyukai seseorang, hanya saja ini terbalik. Kita yang membuat mereka jadi sedih atau bahkan menjadi penyemangat mereka. Apa benar? Ah, saya tidak tahu.

Apa setidakpantasnya itu kah saya? Maksud saya, apa benar saya belum memiliki hal-hal yang membuat orang lain suka atau setidaknya timbul rasa suka? Itu seperti seseorang mengatakan, "Kau belum berharga, Pi'." Menyedihkan hahah.

Pemikiran ini selalu mengantar saya pada kesimpulan, "Ingin juga, bisa disukai."


Pembicaraan seperti ini selalu menarik hati. Tak pernah membosankan. Apalagi membicarakannya ditemani rembulan. Entah mengapa perihal ini menjadi tak begitu penting lagi seiring terbitnya matahari. Seolah-olah ada yang menyampaikan, "Hey, persoalan di dunia bukan cuma mengenai suka-sukaan mu itu!", kemudian kita memendamnya hingga malam muncul kembali. Malam yang selalu membuat hal-hal kecil jadi begitu berarti.

Saya juga tidak tahu. Mengapa rasa ini masih saja ada, meski saya tahu kau sudah menegaskan sudah menyukai seseorang, yang bukan saya.
Meski apapun, walau apapun itu, saat ini saya masih menyukaimu. Saya minta maaf untuk itu.

Comments

  1. Menyukai tapi belum disukai? Bertepuk sebelah tangan? Ah, itu sakit.
    Karena alasan tidak mau tahu tentang feedback menyukai, saya sebelumnya berniat untuk tidak boleh terlalu banyak tahu tentang 'dia', yang saya suka dalam diam. Berjalan di zona aman, saya juga akan aman :)
    Tetap semangat, untuk 'suka-sukaanmu'

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ah, akhirnya saya tahu kenapa kau selalu adem ayem saja kalau suka sama orang. Selalu ka' penasaran tau, sama kau.
      Iya, sih. Saya terlalu banyak mau tahu tentangnya.

      Delete
    2. Hei, dulu saya juga sering dibikin galau karena diphp atau diapai sama 'dia'. Dulu, sebelum saya sadar kalau memang resiko untuk galaunya pecinta dalam diam memang ada.
      Mau bagaimana lagi? Toh, kita juga tidak bisa minta banyak-banyak. Belajar mengikhlaskan sedikit demi sedikit :3 (terlalu sok bijakma hahaha)

      Delete

Post a Comment

Thanks for Read..
hope you Like and give your comment :D

Popular Posts