"Masih Suka Tertutup Pipi"

Assalamu Alaikum

 
"Masih suka tertutup Pipi'."

Dilihat dari sisi manapun seharusnya, kata 'suka' di situ atau bahkan kalimat itu, (dalam pemahaman sepihak) sebenarnya sudah tidak benr adanya. Sekarang saya bahkan merasa terlalu banyak bicara tentang diri saya.

"Kalau sekarang masih dianggap ka' tertutup, bagaimana mi itu waktu masih SMA ka' dulu? Dulu, jarangka' cerita yang sensitif kayak begini.", protes saya ke Ramdhan, Kamis kemarin saat ia terlalu cepat keluar dari kelasnya dan sedang dalam mode serius bercerita.
(Dulu, kalau mau cerita tentang apa saja paling ke Rais atau ke Emin ka'.)

Setahun terakhir ini, saya bahkan banyak bercerita ke Awal, Iwan, Tari. Percakapan sensitif dengan Ramdhan, menanyakan solusi ke Ayu, percakapan impian masa depan dengan Abdul. Dan berbicara banyak dengan Yusran menjaga diri agar tetap berada di jalur yang baik.

Saya merasa banyak terbuka sekarang. Yah, walaupun sebenarnya masih banyak sekali rahasia dan perasaan yang selalu saya pendam sendiri. Pada mereka, bahkan pada orang rumah sekalipun.
Alasan saya (pernah) jarang masuk kuliah.. (semoga tidak lagi)
Alasan saya jarang bersama teman-teman..
Alasan-alasan yang selalu mereka tagih..

Walau terkadang khawatir dengan konsekuensi setelahnya, berbicara jujur ke mereka.. ada rasa lega. Lagi pula, saya suka ditanya seperti itu. Setidaknya keberadaan saya masih dipedulikan. Keberadaan saya masih dirindukan.

Ada hal yang tertanam di benak saya saat melihat mereka..

"Bersyukur ka' selalu dianugerahi teman-teman yang baik."

Kesan 'cuek tidak peduli apapun' masih tertangkap di benak orang-orang yang belum tahu 'cerita' saya.

Sampai sekarang, saya masih mencoba mengenali diri, menulis cerita-cerita, menemukan kenangan-kenangan, menghargai diri. Karena selama sekian tahun tahun sebelumnya, saya selalu membenci diri. Saya mencoba menyukai diri sendiri.

Karena saya lupa satu hal, saat menyukai orang lain saya lupa menyukai diri saya sendiri.

Dan kemudian menyadari. Untuk disukai pun, kita harus berusaha. Setidaknya dengan memperbaiki diri.

Aak! Kenapa nyerempet bahas ini lagi? (--,")v

***
Oh, iya saya sedang menonton 'kepribadian menurut golongan darah' di Youtube. Saya tahu, tentu saja tidak langsung bisa mempercayai semua itu. 
Tapi, saya suka seiyuu(voice actor)-nya. Hahah. Tekanan bicara dan sikap yang digambarkan benar-benar pas dengan karakter golongan darahnya. :D
Bisalah.. jadi hiburan.
***
Fitrah Amalina
HA? SUBUH MI!

Comments

  1. Senangka, saya termasuk teman yang bisa kau percaya untuk cerita banyak. Ini seperti dikasihka kesempatan sendiri untuk berubah, tidak banyak yang tahu kalau di kelas SMA dulu, teman2 tidak ada yang mau "curhat" ke saya, karena dianggap nanti bikin bocor rahasia. Ah, i miss that sh*t moment, sometimes :D
    Tentang katanya kau masih banyak tertuup, mungkin iya. Tapi selama kau menganggap, semua yang sudah kau ceritakan ke orang lain sudah cukup, berarti berhenti sampai di situ saja. Karena memang tidak semua tentang kita, harus diceritakan ke orang lain. Mungkin mereka yang harus tahu sendiri, atau malah memang mereka tidak usah tahu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya. Masih tertutup. Tapi, sepertinya tak apa. Terima kasih selalu mendengarkan juga.

      Delete

Post a Comment

Thanks for Read..
hope you Like and give your comment :D

Popular Posts